Bagi sebagain masyarakat pasti pada umumnya engga melakukan studi ke museum karena yang melakat di benak kita selama ini tidak ada hal menarik yang dilakukan hanya keliling dan mencatat apa yang di informasikan oleh tour geadnya. Namun sekarang keberadaan museum sudah tidak seperti dahulu lagi. Keberadaan museum sydah tidak mencekam dan sepi pengunjung.

Kali ini saya akan berkunjung ke Museum Penerangan (Muspen) yang baru-baru ini sudah selesai melakukan perombakan besar-besaran. Di mana Museum ini yang awalnya hanya berisi replika dan barang antik seputar dhnia jurnistik tersebut kini bertransformasi dan tampil lebih modern dan tertata rapih.

Pada kesempatan kali ini Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Bapak Widodo Muktiyo menyatakan perubahan pada Muspen inilah yang melatarbelakangi dengan semangat untuk mengubah cara pandang pada masyarakat saat mengunjungi museum.

Dan menurut beliau “Sebetulnya ke beradaan Muspen ini kan sudah sangat lama tapi kita reborn lahir kembali, dan merevitalisasi supaya pemahaman tentang museum penerangan ini akan betul-betul berubah, museum bukan tempat menaruh barang-barang lama, tapi museum adalah tempat kita untuk belajar, tempat untuk dijadikan sarana rekreasi dan juga tempat publik bisa menatap masa depan seperti apa,” kata Widodo di Musepn TMII, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2019).

MUSEUM PENERANGAN

Pada kesempatan kali ini kita akan coba mengembangkan dua hal, satu yang nyata social reality ini kan ada bentuk fisiknya ada, dan virtual juga ada artinya saat kita akan merancang keberada museum harus membangun sensasi. Subtansinya sudah ada tapi bagaimana cita rasa itu bisa dinikmati betul oleh pengunjung makanya sensasi kita dengan teknologi yang advance,”

Dalam perjalanan penyebaran luasan informasi melalui media massa nanti juga akan terpampang di dinding yang terletak di lantai 2. Dimana koleksi di Museum Penerangan bisa dengan mudah di nikmati masyarakat saat keliling area museum.

Masyarakat bisa merasakan sensasi menjadi seorang jurnalis mulai dari tahun 1945 hingga kini. Maka Anda bisa membayangkan seolah-olah anda hidup di tahun 1940an, jadi pejuang jurnalis masa lalu. Dan secara rencana pembuatannya menggunakan sistem teknologi dengan memakai baju itu dan secara teknologi bisa hidup augmented reality, dan hal seperti ini supaya kita bisa menghayati secara virtual atau maya. Berada di zaman bapak-bapak kita jurnalis masa lalu,” katanya.

Sementara itu, Abdullah sebagai Kepala Museum Penerangan menjelaskan juga masih terdapat sejumlah ruang kosong di lantai 2. Nantinya ruang-ruang di lantai 2 tersebut akan diisi dengan berbagai barang koleksi lainnya. Inilah saamlah satu program pencapaian dala memajukaan museum yang telah lama dilakukan Kemenkominfo beserta program-programnya.

Nantinya dengan adanya tampilan baru Museum Penerangan (Muspen) yang lebih modern di area Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sebagian lagi masih di posisi lantai 2 nanti akan kami coba untuk mengambil beberapa poin di UU ITE agar kami juga perlihatkan kepada masyarakat dalam bentuk games atau manual maupun digital agar masyarakat tahu bahwa setidaknya kalau melakukan hal itu akan ada pidanannya.

Kemudian ada juga edukasi mengenai dampak broadband, seperti halnya belanja online, kan jadi kebiasaan di beberapa daerah, makanya harus ada edukasi literasinya,” ungkap Abdullah.
Ruang tersebut akan mulai diisi pada awal tahun depan dimana sejumlah replika modern seperti Palapa Ring nantinya juga akan dipajang untuk diperlihatkan kepada masyarakat. Jadi kalian yang masih penasaran dengan konsep Museum Penerangan yang ada di Taman Mini Indonesia Indah ini silakan loch mampir pasti akan terkesima juga dengan konsep barunya. Masuknyan juga gratis kok, kalian cukup bayar di gerbang utama saya untuk orang dan kendaraan. Yuk isi liburan kalian dengan hal baru dan lebih bermanfaat gays…