Tanpa kita sadari bahwa umur kita semakin lama semakin berkurang seiring dengan perjalanan waktu dari hari ke hari. Lalu apakah yang sudah kita persiapakan bila kelak kita sendiri juga akan mengalami fase Lansia. Maka apakah yang sudah kita siapkan sejak dini menjelang memasuki fase tersebut.

Memang sebaiknya saat kita memasuki fase lansia ingin selalu dalam keadaan sehat, aktif, dan produktif. Tanpa perlu lagi tergantung pada sekitar kita tentunya mereka yang ada sekitar kita juga mempunyai rutinitas dan kesibukannya sendiri. Maka dengan kindisi yang seperti itu, pada masanya nanti para lansia tetap akan bisa merasa bahagia.

Namun menurut fakta yang tetjadi tidak semua lansia mampu pada tahap kondisi yang selalu prima dan sehat lantaran ada berbagai faktor yang akan mempengaruhi diantaranya adalah Malnutrisi.

Apa Sih Malnutrisi Itu

Jadi menurut data dari Nestle Health Science, Malnutrisi itu sendiri adalah ketidakseimbangan antara asupan gizi yang masuk ketuhuh dengan kebutuhan energi tubuh untuk selalu bisa juga mendukung pertumbuhan, pemeliharaan, dan kerja fungsi spesifik tubuh untuk mendukung pertumbuhan, pemeliharaan, serta kerja fungsi spesifik tubuh yang sehat.

Malnutrisi sendiri pada lansia bisa pula akan meningkatkan risiko seperti terjadinya infeksi, penurunan kekebalan tubuh, menurunkan kemampuan tubuh untuk penyembuhan pada luka, sakoropenia, dan frailty syndrome.

Sedangkan di Negara Indonesia, masih banyak sekali fase lansia ini mengalami ketidakcukupan gizi (malnutrisi), kalo di pahami padahal asupan gizi yang seimbang sangat penting untuk bisa membantu para lansia agar tetap sehat.

Dalam Acara Nestle Boost Optimum Ajak Lansia Indonesia Hidupkan Mimpi yang Tertunda di Jakarta, Senin, 11 November 2019. Di kesempatan kali ini Dokter Spesialis Geriatri, Purwita Wijaya Laksmi menjelaskan: “Namun seiring dengan bertambahnya usia, kerap terjadi penurunan fungsi tubuh dan perubahan metabolisme yang dapat membuat para lansia lebih rentan terhadap suatu penyakit dan bisa berakibat kegilangan masa otot.”

Sedangkan “Malnutrisi pada lansia ini dapat mengakibatkan penurunan berat badan, capek, kelelahan, dan tidak berenergi, kehilangan massa dan kekuatan otot, daya ingat melemah, hingga penurunan pada kerentanan, sehingga mudah sakit, dan perlu waktu yang lama untuk sembuh. Kondisi ini juga dapat menganggu para lansia dalam menjalani aktivitas semua hariannya,” lanjutnya.

Lalu apa yang dapat menyebabkan terjadinya Malnutrisi pada lansia juga disebabkan oleh adanya beberapa faktor dibawah ini, yaitu :
– Faktor fisik dimana terjafi kesehatan gigi yang buruk, akan hilangnya nafsu makan, kesulitan menelan

– Faktor sosial terjadi dimana lansia hidup sendiri, akan berkuranganya mobilitas, isolasi sosial terhadap lingkungan

-Faktor medis adanya indikasi infeksi, riwayat penyakit, depresi, dimesia

Dan untuk tanda-tanda lansia yang malnutrisi dapat diketahuai melalui:
-Hilangnya massa otot
-Berkurangnya lemak di bawah kulit
-Penurunan berat badan
-Tulang yang terlihat menonjol
-Bibir pecah-pecah dan cekung di bagian bawah sekitar mata
-Rambut kusam dan mudah rontok
-Memar di kulit, kulit kering dan ada penumpukan cairan di bawah cairan di bawah kulit.

Yang dibutuhkan oleh lansia

Eeeaaa jangan salah loch kalo Lansia juga akan membutuhkan asupan gizi makro yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, dan juga gizi mikro yang teridi dari vitamin dan asupan mineral yang seimbang. Untuk asupan protein yang memadai dibutuhkan untuk membantu mengurangi hilangnya massa otot dan meningkatkan mobilitas.

Tak hanya itu, yang dibutuhkan Lansia ada pula prebiotik dan atau probiotik untuk membantu lansia memulihkan keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Jangan lupa juga untuk lansia bisa memenuhi sebaiknya lansia perlu loch banyak mengonsumsi serat agar tehindar dari masalah pencernaan seperti sembelit.

Oleh sebab itu buat kita yang masih muda kita mulailah dari sekarang jagalah cara kita untuk konsumsi makanan dan minuman. Dan pastikan gizi saat kita memasuki usia lansia maka semua saat mengkonsumsi makanan dan minuman bisa terpenuhi agar kesehatan tubuh bisa terus terjaga dan sehat selalu. Nah teman-teman mau kan menemani anak anak tumbuh dewasa dan bermain bersama cucu nantinya. Karena sehat itu mahal loch.