Negara Indonesia adalah merupakan sebuah negara kesatuan yang besar, juga memiliki berbagai banyak daerah yang beraneka suku dan memiliki ragam budayanya, bukan hanya itu Indonesia juga sangat kaya akan hasil kekayaan alamnya dan salah satunya daerah adalah Papua.

Papua
Mengapa Papua, Papua adalah bagian dari sekian banyaknya propinsi yang ada di negara Indonesia yang letaknya di pulau Nugini berada bagian barat. Wilayah Papua ini lebih sering disebut sebagai Papua Barat. Mengapa disebut demikian karena wilayah Papua bisa juga merujuk kepada pulau Nugini.


Ada satu wilayah di Papua yaitu sebuah Kabupaten Mimika yang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Papua, beribu kota di Timika, luas wilayahnya hanya 4,75% dari luas wilayah Provinsi Papua itu sendiri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Kabupaten Mimika sebesar hanya memiliki jumlah penduduk sekitar 215.493 jiwa.


Kabupaten Mimika memiliki salah satu sumber pendapatan utama Kabupaten Mimika ini adalah dari Sektor industri Pertambangan dan saat Penggalian, dimana di Kabupaten Mimika sendiri tepatnya di dataran tinggi Tembagapura dimana beroperasi Tambang Emas Grasberg yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).


Hasil Kostribusi Freeport Bagi Papua
Freeport Indonesia sendiri adalah sebuah perusahaan afiliasi dari Freeport- McMoRan Copper & Gold Inc dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum). Freeport berbasis dalam bidang menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak. Selain itu Freeport sendiri juga memasarkan konsentrat yang banyak mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia.


Sedangkan dari Konstribusi FREEPORT Untuk Masyarakat agar menjadi sumber pendapatan yang di hasilkan oleh Tambang Emas Grasberg yang merupakan salah satu tambang emas terbesar di Indonesia bahkan juga sebagai yang terbesar di dunia. Saat ini Freeport sendiri mulai berdiri dan sudah mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 1973 hingga saat ini. Hasil Kontribusi Freeport sangat besar untuk Pendapatan daerah Provinsi Papua khususnya Kabupaten Mimika sangatlah besar.


Sumbangsih Bagi Negeri
Saat ini memang propinsi Papua sedang melalu proses berkembang pembangunan sudah terasa di sekitar propinsi Papua. Sumbangsih Bagi Negeri semakin terasa dan pada tahun 2018 PDRB Kabupaten Mimika memiliki distribusi sebesar 40,34% terhadap total PDRB Provinsi Papua dan pendapatan hasil dari kategori Pertambangan dan Penggalian yang merupakan salah satu penghasil pendapatan terbesar di Kabupaten Mimika dengan lapangan usaha dengan sumber pendapatan terbesar bagi Mimika bila dibandingkan dengan 16 kategori lapangan usaha lainnya yang ada di Papua.


Sampai saat ini struktur perekonomian di wilayah Papua masih ditopang oleh sektor industri Pertambangan dan Penggalian. Dimana sangat terasa sekali keberadan Freeport tidak hanya untuk menopang perekonomian di Papua berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Mimika, dan Freeport, telah banyak membuka lapangan kerja dan banyak suda tenaga kerja profesional dan penduduk lokal yang di perkerjakan oleh Freeport. Dapat dilihat dengan pembangunan di propensi tersebut.
Menurut informasi website Freeport di lansir bahwa total tenaga kerja saat ini adalah sebesar 30.000 tenaga kerja dan ada sekitar 25% diantaranya adalah penduduk asli Papua. Dan berdasarkan jumlah tenaga kerja yang ada, kita tidak dapat memungkiri keberadaan industri pertambangan dan Freeport memiliki peranan penting sebagai sumber mata pencaharian bagi sebagian besar penduduk di Kabupaten Mimika dan sekitarnya.

Bukti Nyata Pembangunan Di Papua


Selain itu untuk terus memajukan, meningkatkan kualitas pendidikan di Propinsi Papua maka para putra-putri di wilayah lokasi sekitar pekerjaan pertambangan maka ada beasiswa bagi siswa-siswi yang berprestasi mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi dan program ini sendiri secara ruin akan terus berlangsung ke sekolah-sekolah hingga mereka para penerima bea siswa tersebut menempuh pendidikan.

Siswa Siswi di Papua


Sehingga kita akan dapat menarik kesimpulan bila Freeport merupakan salah satu Jantung penggerak ekonomi di Papua, yang sudah ada kurang lebih 30 tahun. Tambang Grasberg (open pit) akan berakhir masa tambangnya pada tahun 2019, karena ada kekhawatiran kandungan tembaga dan emasnya akan habis. PTFI akan beralih ke tambang bawah tanah (underground).
Pemerintah daerah Papua saat ini juga memiliki mayoritas saham Freeport oleh pemerintah Indonesia, diharapkan akan memberikan dampak positif yaitu dalam kelangsungan operasi Freeport dan aspek sosial, ekonomi di Papua, pendapatan meningkat, kesejahteraan masyarakat semakin merata serta akan terciptanya lapangan pekerjaan yang lebih banyak dengan rencana pada pembangunan smelter, serta adanya transfer teknologi pertambangan.


Tentu saja nantinya pada masa yang akan datang Indonesia diharapkan bisa mampu menguasai dan mengelola secara mandiri baik dari segi sumber daya manusia, modal, maupun dalam penggunaan teknologi terhadap akan keberadaan sektor pertambangan dan penggalian, sehingga hasilnya dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Untuk info selanjutnya bisa klik https://ptfi.co.id/

#FreeportIndonesia #tambangtembaga #NarasiDariPapua #MiningForLife